Bekal Perjalanan Karir: Mengapa Coaching harus Termasuk di Dalamnya

Seminggu yang lalu aku berjumpa kembali dengan CEO dari tempatku bekerja sebelumnya. Selain menjadi CEO-ku waktu itu, beliau memang menyediakan waktunya untuk menjadi mentor pengembangan diri. Lewat perusahaan yang beliau pimpin juga-lah, aku pertama kali mendapatkan kelas singkat mengenai coaching, prosesnya, serta manfaatnya. Hingga akhirnya berkembang menjadi niatan untuk mendalami coaching melalui program Loop Certified Professional Coach Program secara online di semester 2 tahun ini. Meskipun demikian, aku beruntung sudah sempat bertemu beberapa coach dan mendapatkan pengalaman sebagai coachee / client juga sebelumnya.

Anyway, aku dan CEO perusahaan tempatku bekerja sebelumnya memiliki peminatan yang sama, yakni pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif yang dimulai dari masa pra-karir hingga perjalanan karir menengah mereka. Kami percaya bahwa talenta-talenta muda yang disiapkan dan dibekali dengan mindset yang baik akan melaju lebih kencang dan berdampak lebih besar. Ada banyak sekali keputusan-keputusan penting yang diambil dalam kurun waktu ini, yang akan menjadi fondasi perjalanan karir seseorang ke depan.

Itu sebabnya, sampai saat ini aku selalu antusias apabila bisa berinteraksi dan mendukung proses belajar anak-anak muda dari masa pra-karir hingga menengah. Aku ingin membantu memfasilitasi mereka dalam mengambil keputusan-keputusan penting sesuai aspirasi karir dari dalam diri mereka.

Dalam proses belajar bersama Loop Institute of Coaching, aku semakin diyakinkan bahwa pengalaman coaching untuk anak-anak muda menjadi satu hal yang akan mampu melepaskan potensi-potensi yang terpendam. International Coaching Federation (ICF) mendefinsikan coaching sebagai sebuah kemitraan dalam memantik pemikiran dan proses kreatif untuk menginspirasi mereka dalam memaksimalkan potensi secara personal dan professional. Dalam konteks ini, anak-anak muda akan difasilitasi untuk berpikir dan menyelami diri agar menemukan insight-insight agar terus mampu mengembangkan diri.

Kalau dilihat sekilas, bisa jadi coaching tidak cocok untuk semua anak muda di masa pra-karir hingga menengah – karena proses coaching tidak bisa diikuti secara pasif. Karakteristik anak muda di bawah ini mungkin kurang cocok untuk mengikuti proses coaching:

  1. Lebih suka mendengarkan nasihat, arahan, instruksi, atau perintah yang jelas dari orang tua, atasan, atau teman (lebih menyukai mentoring / konsultasi).
  2. Belum merasa nyaman untuk menyelami diri dan berpikir bahwa karena usia masih muda, belum banyak memiliki pengalaman untuk direfleksikan.
  3. Belum memiliki energi dan target untuk capaian-capaian tertentu dalam perjalanan karirnya ke depan.
  4. Kecilnya kemauan dalam menantang dan menyelami diri untuk mencari gambaran lebih jelas tentang aspirasinya.

Sebaliknya, karakteristik anak-anak muda di bawah ini akan sangat mungkin tertarik dan menikmati proses coaching:

  1. Memiliki energi dan target yang ingin dicapai dalam waktu beberapa ke depan terkait perjalanan karirnya.
  2. Apabila belum memiliki target, mau menyediakan waktu untuk menyelami diri melalui proses coaching agar mendapat gambaran lebih jelas soal aspirasi karirnya.
  3. Ingin menikmati proses perjalanan karir dan mengukur setiap langkah-langkah yang dikerjakan.
  4. Bersedia berefleksi dan belajar dari setiap proses perjalanan awal karir yang dilaluinya.

Coaching perlu menjadi salah satu komponen penting untuk bekal perjalanan karir. Aku pribadi mengalami manfaat positif dari coaching – yang tak jarang juga ditambah proses mentoring. Keputusan-keputusan di awal dan pertengahan karir mungkin hanya diambil satu kali dalam hidup; sehingga mengambil keputusan dengan kesadaran penuh (mindful) dan yang sesuai dengan aspirasi diri akan menjadi pengalaman yang berharga. Coaching mampu memfasilitasi proses ini.

Photo source: https://www.pageuppeople.com/resource/product-management-career-journey/

Sejauh ini aku cukup senang karena proses latihan bersama Loop Institute of Coaching membantuku semakin memahami bagaimana memfasilitasi proses coaching untuk pra-karir hingga menengah ini. Dari client-client yang aku jumpai, beragam kompleksitas tentang persiapan dan proses awal karir mereka bukan saja menjadi topik menarik saat proses coachingnya – tetapi menjadi inspirasi dan membuatku terus belajar hal baru.

Setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing, dan bisa jadi solusi dari perjuangan mereka memerlukan ke-khas-an yang bisa muncul dari dirinya sendiri lewat proses coaching.

Pastikan kamu, paling tidak, memiliki pengalaman proses coaching di awal perjalanan karirmu. Syukur kalau ternyata cocok dan menikmati, bisa menjadwalkan diri secara teratur untuk proses coachingnya. Aku juga masih jadwalin diri untuk mendapatkan coaching, lho! Tampaknya akan sangat ada yang kurang kalau berhenti 😊

@kuryosea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s