Kenapa Aku Ikutan Certified Human Resources Professional (CHRP)

Nah, setelah bahas soal gambaran program Certified Human Resources Professional (CHRP) di bawah naungan UNIKA Atma Jaya Jakarta buat kamu-kamu yang pengen ikut tapi masih galau; sekarang aku mau cerita alasan dan awal-awalnya aku pengen ikut program ini. Saat S1 jurusanku pendidikan. Pas mulai kerja pertama kali dapat kesempatan di area HR sampai sekarang. Memang …

Continue reading Kenapa Aku Ikutan Certified Human Resources Professional (CHRP)

Baru Kelar Ikut Certified Human Resources Professional (CHRP)

Setelah hampir sebulan programnya selesai, aku baru sempat nulis soal program semacam kursus atau sertifikasi yang aku ikutin dari Januari-Maret 2017. Nama programnya adalah Certified Human Resources Professional (CHRP) yang diselenggarakan di bawah naungan Universitas Atma Jaya Jakarta. Di tulisan ini, aku ga perlu cerita awal dan alasan kenapa akhirya aku ikutan CHRP yah. Tapi …

Continue reading Baru Kelar Ikut Certified Human Resources Professional (CHRP)

Lagi-lagi tentang Mimpi: “Hey, young man! You are dreaming big; but, are you big enough?”

‘You are capable to dream big, why would you dream small? Dream big is a step, realizing your dream is another step. Firstly, dream big.’ seorang leader yang saya kagumi pernah sampaikan hal ini. Mungkin bukan cuma dari leader tersebut; sudah banyak kali saya mendengar dari dan diajak banyak orang untuk bermimpi besar. Mungkin Anda …

Continue reading Lagi-lagi tentang Mimpi: “Hey, young man! You are dreaming big; but, are you big enough?”

The Dangerous Mind: Seni Menguasai Pikiran

Sudah beberapa hari terakhir saya memikirkan dan ingin menuliskan hal ini, tapi selalu tertunda. Baru pagi ini akhirnya saya mulai menulis karena melihat cuitan dari The Minnions (@OfficialMinion) “Don’t live your life based on what other people think”. Perkataan tersebut memang sangat menarik, tetapi ada sisi lain dari kalimat tersebut yang menjadi pemikiran saya hari-hari …

Continue reading The Dangerous Mind: Seni Menguasai Pikiran

Menyalakan Lilin Kehidupan: Sebuah Interaksi dengan Buku Pendidikan

“Cara berpikir yang mengatakan kekayaan bangsa adalah minyak, gas, tambang, adalah cara berpikir penjajah kolonial. Kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya”. Begitu kira-kira tulisan dalam sebuah gambar dengan foto Pak Anies Baswedan yang di-tweet oleh rekan saya seusai debat capre-cawapres 9 Juni lalu. Bukan dalam konteks mendukung atau tidak mendukung salah satu capres, gambar tersebut …

Continue reading Menyalakan Lilin Kehidupan: Sebuah Interaksi dengan Buku Pendidikan

Kebahagiaan dalam Keterbatasan: Belajar dari Sekolah di Lebak

Sabtu lalu (22/2/2014) saya dan rekan-rekan Gerakan Indonesia Berkibar, Bait Al-Kamil, dan BNI Syariah melaksanakan program #AyoBantuSekolah. Program ini secara mudah dideskripksikan dengan aksi pengumpulan informasi mengenai sekolah-sekolah yang perlu dibantu dari relawan @IDBerkibar, melakukan survey, penggalangan bantuan, dan kemudian mengunjungi sekolah-sekolah tersebut bersama relawan dengan berbagai program. Ini telah dimulai akhir tahun lalu dan …

Continue reading Kebahagiaan dalam Keterbatasan: Belajar dari Sekolah di Lebak

Rumah Kedua: Zona Aman dengan Keseruannya

Seorang fasilitator dalam sebuah forum pembelajaran pernah bertanya kepada saya dan rekan-rekan saya, ‘apakah Anda pikir tempat ini aman untuk kita belajar?’. Sontak kami mengecek apakah ada security, CCTV, APAR, dan alat-alat pengaman lainnya. Kami pun menjawab, ‘Tampaknya aman Kak, karena semuanya lengkap’. ‘Baik, kalau begitu, apa yang orang-orang rasakan kalau ia yakin berada dalam …

Continue reading Rumah Kedua: Zona Aman dengan Keseruannya

Kakakku Pendekar Cina dari Jawa

Orangnya kecil, berkulit gelap, dan berperawakan tak tinggi. Selama ia bersekolah, tampak sekali bahwa kapasitas akademiknya tidak bisa dibanggakan. Ia hampir selalu mendapat angka merah untuk matematika dan sains sejak SD. Ia pula salah satu yang sering sekali dimarahi Ibu karena kesan bandelnya. Pernah ia pulang ke rumah dengan kepala yang berdarah karena dia dan …

Continue reading Kakakku Pendekar Cina dari Jawa

Ujilah Apa yang Kau Percaya

Kembali aku mengernyitkan alis mata sebelah kanan seusai mendengar cerita hidup dari temanku.  Ya, hal ini sering sekali aku lakukan ketika aku memikirkan, merenungkan, atau merefleksikan sesuatu. Atau mungkin istilah yang saya gunakan, menguji informasi yang baru saja saya dengar. Ketika duduk di bangku sekolah, aku dan temanku ini begitu akrab; kita sering sekali menceritakan …

Continue reading Ujilah Apa yang Kau Percaya