Kadang Bukan Soal Cepat-Lambat, Waktu Kadang Memang Belum Tepat

“A bit late for you to start this” – “Kamu agak terlambat, tapi ga apa-apa” adalah 2 kalimat yang saya terima dari 2 orang yang cukup saya hormati. Sempat saya pikirkan kalimat ini beberapa waktu, yang kadang justru bikin saya gelisah dan berpikir untuk ‘harus ngapain lagi’ supaya mempercepat yang menurut mereka saya terlambat. Mungkin karena saya kurang pandai mengelola rasa gelisah dalam konteks ini, jadi akhirnya malah bingung dan kesal dengan diri sendiri; kenapa tidak bisa lebih cepat?

Belakangan saya diingatkan lagi kepada sebuah pengertian: bahwa hidup kadang (atau malah lebih sering) bukan soal cepat-lambat; beberapa hal memang dikhususkan untuk terjadi dalam hidup kita pada waktu-waktu tertentu. Kalau kita menakar perjalanan hidup kita dengan perjalanan waktu (timeline) yang dialami oleh orang lain; besar kemungkinan kita justru ‘ga happy, dan mendorong diri kita terus menerus tersiksa dalam standar yang sebenarnya bukan untuk kita.

20160825_185349.jpg
Nikmati perjalanan sesuai timeline-mu masing-masing 🙂

Tahun ini menjadi tahun yang sangat berharga buat saya, karena pengertian ini begitu menampar dan menyesak – tetapi memberikan pelajaran yang penting: waktu kadang belum tepat untuk kita mendapat atau mencapai sesuatu, tidak mengapa. Karena cerita hidup kita bukan bergantung pada komparasi terhadap cerita hidup orang lain. Cerita hidup kita bakal otentik ketika kita memaknai dengan cara sendiri; dalam perjuangan-perjuangan hidup yang bahkan mungkin tidak dimengerti oleh orang lain.

Soal waktu, tahun ini saya diajari bahwa realitas akan menjadi sahabat baik apabila kita memiliki ekspektasi yang tidak muluk-muluk terhadapnya. Realitas membutuhkan waktu sebagai alas cerita, yang dibentuk oleh bahasa dalam pikir dan kata. Bagaimana kita memahami interaksi antara waktu, pikir, dan kata – yang mana mereka tidak bisa saling dipaksa, akan membantu kita menikmati realitas. Meski orang lain akhirnya berucap ‘terlambat’, bisa jadi memang karena tidak akan terjadi – karena kita memiliki cerita lainnya. Kalaupun terjadi, bukan terlambat – tetapi memang baru saatnya terjadi.

Selamat Natal dan menyambut tahun baru untuk teman-teman semuanya. Semoga damai menyertai kita.

Kalau ada ekspektasi yang belum tercapai tahun ini, dia mungkin tidak terlambat – tetapi belum tepat waktu untuk terjadi. Nikmatilah perjalanan hidup sesuai timeline-mu sendiri.

@kuryosea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s