Catatan Singkat: Tak ada Janji, Jangan Mengandalkan Manusia

Don’t rely on people. Sebuah kalimat yang dibahas panjang lebar oleh penceramah Joel Osteen dalam sebuah video yang saya tonton di Youtube. Beberapa hari setelah menonton film tersebut, saya membaca kalimat singkat yang ditulis oleh seorang teman yang berkata ‘nothing was promised to you’. Kedua kalimat yang saya dengar dan saya baca ini serta merta nyambung dan semacam mengingatkan sebuah pesan yang lama saya dengar dari seorang Bapak tua yang bertemu tanpa sengaja beberapa tahun silam di sebuah desa (yang entah masih hidup atau sudah tiada).

Flashback sedikit dengan Bapak tua tersebut, sebuah obrolan kalau kita-kita manusia ini lahir tanpa punya kesempatan untuk milih dari mana (atau siapa) dan dalam kondisi apa kita dilahirkan. Sehingga kita juga tidak punya kesepakatan atau perjanjian yang harus kita penuhi selama menjalani kehidupan. Tidak pernah sebelum lahir, misalkan saya, bikin perjanjian dengan Sang Pencipta atau bakal orang tua untuk lakukan A, B, atau C dan saya akan dapat J, K, atau L. Baru saat kita lahir, tergantung dalam kondisi dan situasi seperti apa, kita mendapat doktrin, atau lebih halusnya pengajaran, pengertian, bahkan hegemony buat lakukan sesuatu untuk dapat sesuatu. Perjanjian-perjanjian kemudian disampaikan manusia lainnya, tanpa ada semacam kepastian bagaimana rangkaian kehidupan menjamin.

Life is full of surprises!
Pict: http://bsnscb.com/

Seiring berjalannya kehidupan, beberapa manusia mengambil jalan untuk merasa memiliki piutang janji dari Sang Pencipta atau manusia lainnya. Beberapa manusia lain mengambil keputusan untuk menghadapi perjalanan hidup tanpa pegangan janji semacam itu. Hal ini juga membuat beberapa orang punya tujuan hidup yang kuat dan tidak mau mengandalkan orang lain, beberapa sisanya berharap untuk ‘mengalir’ tergantung pada keputusan-keputusan orang di sekitarnya.

Saya tidak berkata satu kelompok orang lebih baik dari kelompok lainnya. Tapi dalam banyak kesempatan perjalanan hidup yang singkat ini, saya banyak belajar – bahwa ‘mengalir’ saja tidak cukup. Saya mendapat pemahaman bahwa benar keputusan-keputusan orang di sekitar kita bisa membuat hidup kita ‘mengalir’ menuju sesuatu yang baik. Tetapi mengandalkan orang lain, bahkan menganggap orang lain ‘hutang janji’ kepada kita karena ketidakmampuan dan ketidakberanian kita mengambil keputusan dan resiko menurut saya sangat tidak seksi.

Kehidupan memang memberikan segala, tapi usaha kita yang menentukan kita mendapat apa-apa. Tanpa tujuan yang kuat dan usaha yang keras, sangat jarang sekali orang dapat menemukan makna kehidupannya secara jelas.

Baiklah, memang tidak ada yang dijanjikan kepada kita sebelum kita lahir. Tapi buat sebagian kita yang menerima pengajaran soal janji-janji dan berusaha mempercayai, lakukanlah dengan segenap hati. Jangan mengandalkan manusia atau keputusan-keputusannya, andalkan Sang Pemberi Janji itu 🙂

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s