Catatan Singkat: Tentang Memperbaiki Diri

Bulan Januari udah lewat. Dan beneran, gue ngerasa cepet banget. Entah karena mungkin sebenernya gue baru mulai aktivitas/kerja di minggu kedua Januari (karena seminggu pertama gue liburan), atau emang karena aktivitas bulan Januari yang bejibun bikin jadi merasa ‘kurang waktu’. Anyway, Januari or awal tahun biasanya dipandang sebagai waktu yang tepat buat sebagian orang untuk menyampaikan dan/atau meminta feedback. Meski asumsi gue, mereka yang dengan sadar dan berani ‘meminta’ feedback jumlahnya lebih kecil.

Nah, awal tahun ini gue juga seneng banget karena dapet feedback, baik soal kerjaan atau soal kehidupan pribadi gue. Yang mau gue bahas dalam tulisan singkat ini lebih ke kehidupan pribadi gue sih. Gue dapet pesan dari seorang yang cukup berpengaruh dalam hidup gue untuk memperbaiki salah satu aspek diri gue. Nah, mulailah gue berusaha memperbaiki diri meski kadang masih lupa dan susah nguasain diri.

Pertanyaannya adalah kenapa gue mau dengerin (bahkan sering minta) feedback dan berusaha memperbaiki diri? Obrolan ini ga sengaja gue gue bahas dengan seorang teman,  yang beberapa hari setelah gue berusaha, dia bilang ‘sebenere emas yang di comberan, akan tetap jadi emas. Tinggal nunggu ditemuin aja, dan biasanya gampang, karena standout.’

OK. Denger statement dia, gue langsung berpikir dan bilang, ‘sayangnya gue bukan emas’.

Gue lanjutin setengah sadar, ‘tapi walau bukan emas, batu yang di comberan atau di kali, kalau dia digosok dan diproses dengan baik, jadi batu yang mahal. Tapi lebih penting lagi, di tangan/jari siapa batu itu dipake’.

Hahaha iya maksud gue batu akik yang belakangan kemarin booming dan dicari banyak orang. Kadang gue heran sama batu-batu itu, awalnya batu biasa, terus dipotong, digosok, dan jadi mahal. Lebih mahal kalau dia ditangan orang yang ‘mahal’ juga. Tapi gue menikmati fenomena itu dan menangkap pembelajaran yang cukup unik.

Feedback lo sangat membantu buat perbaikan diri gue. (pict:www.addthis.com)

Feedback lo sangat membantu buat perbaikan diri gue.
(pict:www.addthis.com)

Karena tahu kalau gue bukan emas, jadi gue berusaha dan bersedia untuk digosok, dipoles, dan dibentuk supaya makin punya nilai. Gue juga cukup percaya dengan pepatah Jawa ‘Aja cedhak kebo gupak’ (kira-kira artinya: Jangan mendekat dengan kerbau (kotor) kalau tidak ingin ikut kotor). Memang akhirnya gue perlu filter siapa-siapa yang ada di sekeliling gue biar ‘nilai’ gue bertambah juga.

Nah, usaha memperbaiki diri ini bukan usaha sejam dua jam. Butuh banget yang namanya komitmen, persistensi, dan paling penting adalah keterbukaan diri untuk terus menerima masukan-masukan yang membangun dari orang-orang. Gue sih berharap gue mampu untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kalau lo ada masukan buat gue, jangan segan-segan info ke gue yah! Thank you banget buat teman-teman yang selalu terbuka dan mau bantu gue untuk terus memperbaiki diri.

@yosea_kurnianto

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Singkat: Tentang Memperbaiki Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s