Catatan Singkat: Kapasitas Buat Percaya

Beberapa hari belakangan gue semacam dapet pesan beruntun untuk belajar percaya. Pesan yang gue tangkep emang dari banyak sumber – pidato orang, message yang gue terima, atau buku dan artikel yang gue baca, baik secara ekplisit maupun implisit. Konteks percaya kali ini emang luas sih, tapi ada beberapa hal yang gue akhirnya ‘setujui’, terutama yang terkait dengan apa yang hari-hari ini gue alami.

Gue diingetin untuk belajar percaya, yang pertama, sama diri sendiri. Jadi orang yang minderan sejak kecil emang cukup sering biking ga nyaman. Kadang punya tujuan atau mimpi yang ingin dicapai, tapi pas ‘kambuh’ minder dan ga PD-nya, tetiba pengen stop berjuang dan merasa semuanya sia-sia. Kalau udah ngerasa begitu, jadi perlu sering-sering ngobrol sama orang yang punya energi positif biar gue ketularan kepositifan dan optimisme mereka. Thanks buat orang-orang positif yang nyedian waktu buat gue serap energinya 😊

Eniwey, selain diri sendiri, gue juga diingetin untuk percaya ke orang dan hal lainnya. Salah satu sumber yang gue dapet soal ini, tanya ‘seberapa gede sih lo punya kapasitas buat percaya?’. Well, waktu denger pertanyaan ini gue serasa ditampar sih.

Menurut orang itu, kemungkinan besar orang akan ambil keputusan berdasarkan apa yang dia pikirin, dan dia akan mikirin berdasarkan apa yang dia percaya. Nah, apa dan gimana seseorang percaya terhadap sesuatu atau seseorang akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan orang tersebut.

Masalahnya orang ga mau percaya karena dia ga mau berharap sama suatu hal atau seseorang itu. Karena semakin besar percaya, semakin besar berharap – kalau gagal akan makin besar juga kecewanya.

Belajar dari layang-layang: tetap percaya pada pemegang tali, walau angin melaju kencang.

Belajar dari layang-layang: tetap percaya pada pemegang tali, walau angin melaju kencang.

Ketika dapet pertanyaan soal kapasitas buat percaya tadi; gue sebenarnya malu sih. Sejauh ini kalau gue refleksi lagi, ternyata kapasitas gue buat percaya belum segede itu. Gue masih kadang ga percaya ama diri sendiri, ga percaya bahwa apa yang gue impikan bakal terwujud, ga percaya bahwa hidup gue udah diatur sedemikian rupa sehingga banyak pelajaran yg bisa diambil, ga percaya sama suatu hal atau seseorang, dan juga bahkan ga percaya sama waktu yang katanya bisa bantu gue ambil keputusan lebih bijak.

Belajar percaya emang ga semudah itu. Tapi gimanapun juga, percaya dan harapan justru bikin kita punya energi untuk lakuin apa yang kita bisa buat bikin hidup kita bermakna. Gue pribadi punya banyak pe-er terkait ningkatin kapasitas percaya ini. Semoga proses yang gue jalani makin bikin gue belajar buat percaya dan berharap, supaya gue tetep punya energi 😊

It’s about time, kalau kata seseorang. Will see gimana gue bisa belajar dalam hal ini.

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s