Terperangkap Pikiran Sendiri

Berbahagialah kamu yang bertumbuh dalam suasana penuh kepercayaan diri atau bahkan tidak pernah merasa kuatir akan apa yang orang pikirkan tentang dirimu. Penderitaan yang dialami mereka yang merasa kuatir akan apa yang orang pikirkan hingga membuat mereka tidak produktif, sangat berat 🙂

Jika ini adalah penyakit, entah ia punya obat yang permanen atau memang kambuh-kambuhan. Atau entah kata orang, karena aku dan banyak rekan yang lahir dari keluarga tertentu yang bahasa asalnya ‘rikuhan’ (ga enakan), jadi gampang merasa terpojokkan karena pikiran-pikiran yang dibangun oleh otak sendiri. Memang sejak lama aku sering terperangkap dengan pikiran sendiri, sejak lama pula aku berusaha mengobati hal ini, tetapi nyatanya belum menemukan obat yang benar-benar manjur.

Betul. Aku sepakat bahwa perangkap ini tidak ada gunanya, menghabiskan waktu dan energi, serta tentu merugikan diri karena banyak hal dikorbankan untuk memenuhi nafsu pikiran-pikiran ini. Pikiran bahwa orang lain mungkin tersakiti atas tindakan kita, pikiran bahwa kita akan mengecewakan beberapa pihak apabila kita melakukan A atau B, pikiran yang berasumsi bahwa beberapa orang tidak menyukai kita, pikiran yang memunculkan ketakutan untuk melakukan beberapa pekerjaan, pikiran bahwa diri kita tidak mampu melakukan sesuatu, dan banyak lainnya.

Kehati-hatian dan kekhawatiran memang diperlukan untuk seseorang berjalan dalam sebuah tujuan. Tetapi pikiran-pikiran yang membuat 2 hal tersebut menjadi berlebihan justru merusak perjalanan bahkan mengaburkan tujuan. Memang ada tertulis, “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Namun implementasi dari pesan tersebut menjadi tidak mudah bagi sebagian orang, saat ia terbentuk menjadi pemikir yang justru membuat perangkap bagi dirinya sendiri.

dark_5-wallpaper-1920x1080

Terperangkap (sumber: http://www.rsvlts.com)

Setiap email yang kukirimkan akan menuliskan pesan kaki ‘You Can if You Think You Can’ yang kukutip dari Norman Vincent Peale dari bukunya ‘The Power of Positive Thinking’. Bukan tanpa alasan aku menaruh catatan itu. Aku memang percaya bahwa pikiran merupakan sebuah harta berharga milik seorang manusia. Dan pikiran yang disertai hikmat kebijaksanaan, menjadi sebuah kunci kehidupan yang tiada harganya. Perangkap pikiran kita seringkali melenyapkan hikmat, menjadikan kita manusia yang hanya berpikir tanpa menimbang; tanpa menyeimbangkan antara nalar dan perasaan – sehingga kita terlalu menggunakan nalar atau terlalu mengedepankan perasaan. Banyak orang memiliki kemampuan berpikir, tetapi memang hanya tertentu yang dikaruniai hikmat kebijaksanaan.

Kembali ke perangkap tadi, aku mengalami bukan sekali dua kali. Tetapi menjadi semacam siklus atau bahkan kadang dengan mudah terpancing karena terjadi satu dua hal. Setiap kali mendeteksi gejala perangkap ini, aku mulai berhati-hati, tetapi banyak kali juga aku justru larut dalam perangkap. Rasa-rasanya tidak bisa seutuhnya bisa menghindar dari perangkap.

Beberapa hal yang akhirnya aku coba untuk lakukan antara lain:

  1. Tentu berdoa, memohon hikmat.
  2. Membuat lingkaran-lingkaran pergaulan yang seimbang; beberapa lingkaran yang membuat diriku tertantang, beberapa yang membuat diriku bersyukur, beberapa yang membuat diriku belajar.
  3. Mengingat-ingat tujuan perjalanan dan proses yang telah dilalui untuk proses re-learn atau un-learn, re-think atau un-think, dan bersyukur atau meminta pengampunan.
  4. Memiliki, menemui, dan berbincang dengan beberapa figur model/mentor/panutan/parnter yang dapat diambil pembelajaran dan kepositifan-hidupnya.
  5. Mengambil waktu tenang, sendiri.

Yes, lebih gampang nulis 5 poin di atas daripada ketika harus menjalani dan mengeluarkan diri dari perangkap pikiran ini. Manusia memang sangat lemah; bahkan mereka yang merasa paling kuat mungkin tetap khawatir jika ia mati besok pagi. Apakah ada manusia lemah lain yang juga membaca tulisan ini dan memiliki tips selain 5 poin di atas untuk keluar dari perangkap pikiran sendiri? Sila dibagikan. Aku perlu banyak belajar 🙂

@yosea_kurnianto

Advertisements

One thought on “Terperangkap Pikiran Sendiri

  1. Memikirkan pendapat orang lain terkadang bermanfaat juga agar bisa menempatkan diri. Selamat berkarya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s