Begini Cara Latihan Berpikir – Terutama Buat Anak Muda

Apakah Anda sempat mencoba untuk tidak berpikir sama sekali dalam beberapa menit kehidupan Anda? Meskipun Anda berusaha untuk pasrah atau membiarkan semuanya mengalir, pikiran akan tetap ada. Orang yang tidak berpikir mungkin saja orang yang sedang tidak sadar. Selama kita sadar, maka kita akan berpikir, entah pikiran yang buat sebagian orang sangat ringan ataupun sangat kompleks dan berat.

Yang saya percayai, pikiran adalah aset yang sangat berharga dalam kehidupan manusia. Ia bisa menjadi sumber yang memberikan semangat dan harapan pada yang memilikinya, atau juga dapat mengeringkan tulang dan mencelakai si empunya. Ada beberapa orang yang akhirnya mampu menguasai pikirannya. Tak sedikit juga yang akhirnya terhuyung-huyung pengaruh dari orang lain atau situasi tersentu.

Ada banyak tips yang membantu kita berpikir secara mendalam, sebut saja misalnya fish-bone, mind-map, issue tree, post-it method, dan sebagainya. Nah, beberapa tips di bawah ini mungkin dapat membantu kita berlatih berpikir dalam aktivitas sehari-hari, kemudian mampu menguasai pikiran mulai di usia muda. Ini tidak ilmiah, setiap poin di bawah ini berdasarkan refleksi sehari-hari yang saya rasakan dan lakukan. Saya biasanya melakukan ini saat mengendarai motor, tiduran, makan, minum, di toilet, menunggu, dan lainnya:

  1. Bertanya (Questioning)

Sebelum masuk ke tips berpikir. Saya rasa, saya perlu mengajak untuk mulai belajar bertanya terlebih dahulu. Membuat pertanyaan akan menjadi generator berpikir kita. Orang yang banyak membuat pertanyaan akan membuat ia banyak berpikir. Tidak semua pertanyaan yang kita buat harus ketemu jawabannya; tapi paling tidak kita telah berhasil berpikir atas suatu hal. Masyarakat kita belum banyak yang terbiasa membuat pertanyaan dan menanyakannya. Tak heran kalau peribahasa ‘malu bertanya sesat di jalan’ menjadi sebuah peribahasa yang cukup nge-tren hingga saat ini. Nah, 5W1H (What, Who, When, Where, dan sangat penting WHY, serta How) adalah perlengkapan bertanya simple yang selalu bisa kita gunakan untuk menanyakan segala sesuatu yang kita butuhkan.

  1. Berpikir Kebalikan (Reverse Thinking)

Ini bukanlah berpikir dengan kepala di bawah. Latihan ini  adalah untuk menantang kita mendalami setiap hal yang mencoba masuk ke pikiran kita. Sebagai contoh, ketika kita ingin melakukan sesuatu atau orang menyuruh kita melakukan sesuatu, kita coba berpikir ‘Why Should’ dan kebalikannya ‘Why Should Not’. ‘Kenapa harus’ dan ‘kenapa harus tidak’ akan membawa kita pada pertimbangan-pertimbangan tertentu membantu kita untuk mengambil keputusan lebih baik. “Kenapa” dan “Kenapa Tidak” dapat menjadi teman baik kita dalam perjalanan sehari-hari 🙂

pict: reverse thinking (www.idbbm.ga)
pict: reverse thinking (www.idbbm.ga)
  1. Berpikir Kaitan (Associative Thinking)

Kita mengalami perjalanan hidup dalam beberapa konteks. Konteks saat Anda bertumbuh saat kecil, konteks saat Anda berkuliah, konteks saat Anda bekerja; atau bahkan konteks orang lain atau film, novel, dan lainnya adalah hal yang berbeda. Tapi bukan berarti setiap konteks yang berbeda tidak memiliki kaitan. Berpikir kaitan (associative thinking) bagi saya adalah bagaimana kita berusaha menjahit keterkaitan pengetahuan, pengalaman, atau informasi dari konteks yang berbeda-beda dan menjadikannya satu untuk menjawab kebutuhan kita.

Frasa ‘connecting the dots’ yang sering kita dengar mungkin salah satu gambaran bagaimana kita berpikir kaitan. Dalam cara ini, kita perlu juga melatih contextual intelligence kita. Ini adalah kemampuan kita untuk memahami sesuatu berdasarkan konteks dan batasan konteksnya. Kata ‘dots’ dalam frasa ‘connecting the dots’ dapat saja berupa apapun (pengetahuan, pengalaman, atau informasi) dari konteks yang berbeda. Kalau kita tidak bisa menemukan ‘dots’, maka kita tidak bisa mengaitkannya.

  1. Berpikir untuk Tidak Berpikir

Ada banyak hal di kehidupan kita yang mencoba masuk pikiran kita. Kapasitas pikiran kita tidak tak terbatas. Kita perlu memilih dan memilah hal-hal yang perlu kita pikirkan. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan diri. Ada kala kita perlu untuk menunda sesuatu yang perlu kita pikirkan untuk dapat fokus pada pikiran yang lain. Pikiran pun perlu dibuatkan prioritasnya.

  1. Berpikir untuk Berpikir Ulang (Re-Think)

Ada masa di mana kita mungkin merasa belum saatnya kita memikirkan suatu hal dan perlu menundanya. Sehingga ada masa yang mungkin membuat kita perlu menggali sebuah pemikiran di masa lalu untuk memikirkannya lagi. Untuk hal ini, kita perlu juga kembali mencoba langkah 1,2, dan 3 di atas. Siapa tahu kondisi saat itu lebih mendukung untuk kita memikirkan hal yang perlu kita pikirkan. Apabila setelah mencoba berpikir ulang namun tetap merasa kondisi atau kemampuan diri belum cukup, kita dapat melakukan langkah 4 di atas.

Kualitas berpikir tiap orang mungkin berbeda. Tergantung pada konteks dimana ia tumbuh dan berkembang, serta saat ini ia berkarya. Orang yang mengaku mampu berpikir, akan tampak dari setiap keputusan-keputusan yang dia ambil, mulai dari hal kecil. Sebagai contoh yang sedang marak saat ini di sosial media, mereka yang merasa mampu berpikir akan melakukan langkah-langkah di atas sebelum mengutip atau menyebarkan isu/berita/foto yang mungkin belum teruji kebenarannya.

Saya sepakat bahwa kebenaran tidak ada yang mutlak. Para manusia dengan pikirannya sendiri (beberapa dibumbui pengakuan mendapatkan bisikan ‘surga’) berusaha membangun kebenaran untuk mereka dan kaum-kaumnya. Tinggal Anda memilih. Mana yang menurut Anda mendekati kebenaran yang Anda percaya dan butuhkan. Mungkin saja bisa Anda bisa berubah pikiran setelah mencoba langkah di atas 🙂

Pikiran itu adalah karunia yang anda miliki. Aset hidup yang membangun diri Anda. Berusahalah berteman dengan bijak dan menguasainya.

@yosea_kurnianto

Advertisements

One Comment Add yours

  1. vaniahosen says:

    Nice sharing kak! Tips nya bisa banget nih!
    Btw, gue dari tips no 1 aja udah stuck 20 tahunan lebih hahahaha. Masih jauh yaaaa biar bisa berpikir kayak kak Yosea… Because sharing is caring, thank u, Yos!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s