Lagi-lagi tentang Mimpi: “Hey, young man! You are dreaming big; but, are you big enough?”

‘You are capable to dream big, why would you dream small? Dream big is a step, realizing your dream is another step. Firstly, dream big.’ seorang leader yang saya kagumi pernah sampaikan hal ini. Mungkin bukan cuma dari leader tersebut; sudah banyak kali saya mendengar dari dan diajak banyak orang untuk bermimpi besar. Mungkin Anda juga pernah diajak bermimpi besar.

Beberapa dari kita mungkin kemudian sudah merasa memiliki mimpi besar. Sebagian mimpi yang kita anggap besar itu, mungkin sudah terealisasi. Sebagian yang lain sedang diusahakan. Sebagian lainnya menjadi pertanyaan, apakah memiliki kemungkinan untuk terealisasi.

Mimpi besar seseorang mungkin tidak menjadi sesuatu yang besar buat orang lain. Begitu pula sebaliknya, mimpi yang dianggap sepele oleh seseorang, bisa jadi merupakan sesuatu yang besar untuk orang lain. Namun, setiap orang berhak bermimpi dan juga mengusahakan perwujudan mimpinya, baik yang dianggap besar atau kecil.

Saya juga punya beberapa mimpi yang saya anggap besar. Saya masih tetap berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya, setahap demi setahap, dan belajar dari setiap proses yang ada.

Anyway, suatu ketika saya bercerita mengenai salah satu mimpi saya dan meminta saran dari seorang mentor. Oya, sampai sejauh ini, saya menganggap beberapa orang sebagai mentor saya. Ini adalah salah satu cerita dari dialog yang terjadi di suatu malam dengan salah satu mentor saya beberapa bulan lalu, yang sampai sekarang masih terngiang dan menjadi bahan pemikiran saya.

Saya menceritakan beberapa hal; dan berujung pada penyampaian beberapa harapan yang ingin saya capai dalam hidup saya, terutama di usia muda ini. Seusai saya cerita, beliau mulai menyampaikan kalimat ini,

’hey, young man! You are dreaming big; but, are you big enough?’

Response pertama dari mentor ini seketika membuat saya berpikir jauh mundur ke belakang untuk berefleksi. Jika anda menjadi saya, apa yang mungkin muncul di pikiran anda atau mungkin anda katakan? Mungkin bingung atau bilang ‘what do you mean?’ dan pura-pura tidak memahaminya? 🙂

DreamBig

pict: urbanspiritual.org

Percakapan malam itu benar terngiang sampai saat ini, meski sudah beberapa bulan berlalu. Saya kembali diingatkan akan beberapa hal di bawah ini tentang mimpi:

1. Kita diberi kuasa untuk bermimpi besar

Ya, kita semua memiliki kapasitas untuk bermimpi besar. Orang tidak dinyatakan bersalah atas mimpi-mimpi besarnya. Setiap imajinasi, keinginan, atau kebutuhan yang mendasari mimpi besarnya dibangun berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran atas kedua hal tersebut. Sehingga, semakin orang memiliki kemampuan belajar yang tinggi dari banyak pengetahuan dan berbagai pengalaman, semakin mungkin ia memiliki mimpi lebih besar dari orang lainnya.

2. Beberapa mimpi mungkin akan tetap menjadi mimpi

Banyak dari kita mungkin percaya dan menghidupi frasa ‘tidak ada yang tidak mungkin’. Saya juga percaya itu. Tetapi saya selalu katakan kepada setiap rekan, memang tidak ada yang mustahil, tetapi ada hal-hal yang mungkin tidak diijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Sehingga, kita perlu memahami, mungkin saja mimpi kita adalah salah satu hal yang memang tidak diijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Mungkin untuk membentuk kita, atau disiapkan untuk kehidupan generasi kita selanjutnya.

3. Beberapa mimpi lainnya akan menjadi kenyataan jika kita berusaha keras saat ini

Ada beberapa mimpi yang dapat kita usahakan terjadi saat ini, sesuai waktu yang kita butuhkan dan rancang. Kita sebagai manusia juga diberi beberapa kesempatan untuk benar-benar berusaha mewujudkan mimpi, dan berhasil.

4. Beberapa mimpi lainnya akan menjadi kenyataan seiring waktu berjalan dan kita bertumbuh

Ini mungkin adalah salah satu point penting dari pertanyaan mentor saya tadi. Saya mungkin belum terlalu siap untuk mimpi-mimpi besar saya. Setiap mimpi yang diijinkan terjadi adalah lebih baik sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita. Kadang-kadang kita seperti orang yang ingin minum tapi, belum menyiapkan gelas yang baik.

Jika Anda saat ini merasa memiliki mimpi yang besar. Tilik kembali apakah diri Anda sudah cukup siap untuk mewujudkannya. Jika belum, kita memang perlu bersabar sambil terus belajar dan berusaha. Namun, apabila tiba waktunya, kita juga perlu menyiapkan diri untuk menyadari bahwa mungkin mimpi kita harus tetap menjadi mimpi. Siapa tahu, kita diberi pencerahan untuk membangun mimpi lain, yang lebih sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita.

Teruslah bermimpi. Meski mungkin seiring kita bertumbuh dan memahami kehidupan, kita akan mengubah mimpi kita. Tetaplah bermimpi besar. Meski mungkin diri kita belum sebesar mimpi itu. Atau kita akan diberikan pemahaman baru mengenai yang kita anggap besar itu.

Tetaplah menjadi pembelajar yang merajut mimpi yang juga mungkin menjadi tujuan hidupmu. “Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (mimpinya)”, (Pramoedya Ananta Toer dalam Rumah Kaca, h. 409),

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s