Nggak Mau Dipimpin Perempuan

Selamat hari perempuan internasional! Ada banyak perempuan-perempuan yang menakjubkan yang telah saya temui, tentu salah satunya Ibu saya ๐Ÿ™‚ Tapi tulisan ini bukan soal Ibu saya sih. Hihihi..

Ya, sampai sejauh ini saya masihย  memilih menggunakan kata perempuan ketimbang wanita. Entah memang begitu adanya atau tidak, wanita yang disebut-sebut โ€˜wani ditataโ€™ (berani/mau diatur) menurut saya kurang menarik. Justru banyak hal keren yang saya temui dari para perempuan, sehingga malah mereka bukan ditata; tapi menata. Saya menyukai kata perempuan karena per-empu-an nya. Saat ย belajar sejarah di SD (atau SMP ya?), orang-orang sakti jaman dahulu dan jago perkerisan disebut empu.

Anyway, bukan mau obrolin soal kata apa sih. Hahaha.. Mau cerita sedikit soal pertanyaan menarik yang saya dapet dari anak SMA beberapa waktu lalu soal perempuan dan leadership.

Beberapa waktu lalu saya dapet kesempatan untuk ke sebuah sekolah di Sumatera. Saya beruntung diundang untuk sharing dengan murid dan guru-gurunya. Setelah sharing tersebut, ada sesi khusus dengan siswa-siswa yang aktif dan memegang peranan di organisasi siswanya. Tanya jawab soal mengelola organisasi kesiswaan berjalan cukup seru. Hingga akhirnya sesi selesai dan saya perlu segera ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Namun saat saya bersiap, ada satu siswi yang menghampiriku dan ajukan 2 pertanyaan. Salah satunya begini:

โ€œKak, saya dapet kepercayaan jadi ketua majelis permusyawaratan kelas (menyebut dengan istilah yang ada di sekolah tersebut). Tapi saya perempuan nih Kak. Menurut Kakak gimana sih kalau Kakak sebagai laki-laki dipimpin oleh perempuan?โ€

Widiiiih, kalau anda jadi saya, apakah yang akan anda sampaikan ke teman ini? ๐Ÿ˜€

Tentu saja si anak tersebut bukan bertanya tanpa alasan. Meski dia tak cerita mengapa ia menanyakan isu tersebut, tapi kedengarannya memang dia punya tantangan tersendiri dengan hal itu. Entah mungkin rekan-rekan lelakinya merasa tak nyaman dipimpin perempuan, atau kondisi masyarakat dimana ia bertumbuh sebelumnya memandang perempuan kurang layak memimpin. Alhasil, ia merasa canggung saat mendapat kepercayaan untuk memimpin.

Saya menjumpai banyak pemimpin perempuan yang luar biasa keren. Tak sedikit kemajuan-kemajuan hidup saya juga karena bantuan para pemimpin-pemimpin perempuan yang telah saya jumpai ini. Mungkin beberapa kepercayaan menganjurkan untuk laki-laki yang harus memimpin perempuan; tetapi dalam kehidupan nyata, bisa saja kondisinya berbeda dan akhirnya membuat perempuan yang akhirnya memimpin.

pict: www.theguardian.com
Ilustrasi: Pemimpin Perempuan (pict: http://www.theguardian.com)

Saya pribadi selalu berusaha menghormati siapa saja pemimpin saya. Tak jarang mereka adalah perempuan. Mulai saat berorganisasi sejak SMA, saat di kampus yang juga memiliki Dean dan banyak leaders perempuan, hingga saat ini di kantor yang juga leadersku perempuan. Saya menghormati mereka. Menurut saya leadership bukan soal lelaki atau perempuan; tapi soal semangat untuk membawa tim dari satu titik ke titik pertumbuhan berikutnya.

Jika kita mungkin merasa lebih baik dipimpin laki-laki, atau lebih memilih dipimpin perempuan; itu merupakan pilihan dan sikap diri. Bebas saja memilih. Tapi ketika kita memiliki seorang pemimpin yang sebenarnya mumpuni, tapi kita tak hormati karena jenis kelaminnya berbeda, maka kita sendiri juga perlu berbenah.

Baik laki-laki maupun perempuan yang memimpin, masing-masing memiliki kelebihan dan sebaliknya. Untuk setiap kita yang punya kesempatan untuk memimpin, memimpinlah dengan sebaiknya dan sehormatnya. Buat setiap kita yang punya kesempatan untuk belajar dari pemimpin lewat setiap aktivitas koordinasi yang ada, belajarnya dengan sebaiknya dan sehormatnya.

Sekali lagi, selamat hari perempuan internasional! Hampir semua dari kita lahir dari perempuan, dididik, dan dipimpin pertama kali oleh perempuan; mengapa ketika dewasa ada di antara kita yang ga mau dipimpin perempuan? ๐Ÿ™‚ Gimana menurut kamu?

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s