Memperjuangkan Keteraturan

“Pada mulanya berawal dari ketidakteraturan. Mereka yang mampu membentuk sesuatu dari ketidakteraturan memiliki potensi menjadi pemimpin yang berkualitas” – Kira-kira demikian kalimat yang terngiang dalam pemikiran saya beberapa waktu terakhir. Mereka yang memunculkan ide dan inovasi, penemuan hal baru, baik yang rumit atau sederhana sekalipun berhasil menyusun sesuatu dari ketidakteraturan yang ada di sekitar mereka.

Ketidakteraturan ini berbicara soal sistem kerja, soal pemikiran, juga soal kondisi yang telah ada. Banyak orang yang tidak menyadari ketidakteraturan yang terjadi, banyak pula yang menyadari tapi tidak melakukan apa pun untuk membuat semakin teratur, dan dalam jumlah terbatas ditemukan mereka yang berhasil membentuk sesuatu dari situasi yang tidak teratur.

Image
foto: http://www.taoliver.com

Jika kemudian kita runcingkan luasan pandangnya, mereka yang bertumbuh dan berkembang dengan baik, adalah orang-orang yang mampu menemukan ketidateraturan dalam dirinya dan berusaha mengubahnya menjadi lebih teratur. Dalam rangkaian kata lain, mereka yang mampu menguasai diri mereka, akan melaju dengan cepat dan tepat.

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa keteraturan adalah sesuatu yang membosankan dan membuat tidak leluasa. Tetapi, jika orang terus hidup dalam ketidakteraturan ia tidak akan menemukan jalan yang benar untuk bertumbuh dan berkembang. Keteraturan akan membuat kita memahami betapa berharganya waktu jika digunakan dengan sangat baik, betapa berharganya setiap energi yang dikeluarkan jika dimanfaatkan dengan seksama, dan betapa berharganya kehidupan kita.

Hanya saja untuk menuju sebuah keteraturan dari ketidakteraturan bukan hal yang mudah. Ini butuh proses susun-rombak yang banyak kali membuat orang mengeluh, sakit hati, berkorban, bahkan putus asa dan mengubur harapan. Tetapi mereka yang terus berjuang akan menemukan keindahan dari keteraturan; baik kenyamanan kerja, kenyamanan hidup, juga keharmonisan kehidupan.

Seorang pemimpin yang baik dapat melihat titik akhirnya, saat ia merancang titik awalnya. Kita perlu rancang keteraturan apa yang ingin kita ciptakan; baru kita susun strategi untuk menciptakan keteraturan tersebut.

Apa yang kita butuhkan untuk menyusun keteraturan dari ketidakteraturan? Hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat berkarya tanpa pamrih. Memperjuangkan keteraturan seperti layaknya menanam pohon; bibit yang ditanam sore ini tidak akan langsung tumbuh besar keesokan harinya. Kita perlu perjuangkan dengan semangat yang pantang.

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s