Diam: Emas atau Pengkhianatan?

Masih percaya dengan kata-kata ‘diam itu emas’? Pada sebuah acara yang menurut saya cukup sakral, rekan saya membacakan puisi ciptaannya sendiri dan melantunkan kalimat ‘bergeraklah kawan, jangan diam; karena diam adalah pengkhianatan’. Bagi saya, kedua kalimat indah itu benar – jika ditempatkan pada konteks yang tepat.

‘Bergeraklah kawan, jangan diam; karena diam adalah pengkhianatan’.

Beberapa sore yang lalu, saya kembali duduk di sebuah kursi dimana saya biasa duduk jika berkunjung ke tempat ini untuk minum kopi. Ya, menjadi kegemaran saya untuk minum kopi sinambi mengerjakan tugas atau sekedar membaca buku. Saya sepertinya punya list tempat ngopi yang nyaman di sekitaran Jakarta Selatan. Ini karena mungkin kondisi kamar kos saya tidak begitu nyaman untuk berpikir, banyak suara anak kecil dan motor yang lalu lalang. Akhirnya saya mencari tempat di luar yang mampu mengakomodasi kebutuhan saya: tenang, dingin, dengan segelas (atau lebih) Cappuccino.

Jika saya duduk di kursi ini, hampir setiap waktu saya melihat beberapa anak kecil yang membantu orang tuanya mengumpulkan botol plastik. Mereka biasanya mengambil di meja-meja luar setelah pengunjung pergi, atau mencarinya di tempat sampah sekitar store ini. Sepengamatan saya, beberapa anak kecil sering betah berlama-lama di sini sampai tiduran di lantai karena banyak orang baik membagikan sebagian yang mereka makan; atau bahkan memberikan uang.

Seorang pemuda berambut gondrong mengajak 3 orang anak kecil yang sedang tiduran di lantai untuk masuk ke store ini. Pemuda ini memesan Big Bite – sosis besar yang di makan dengan roti dan saos untuk 3 anak ini. Dengan sukacita, anak kecil ini berlari menuju meja tepat di sampingku dan makan dengan gembira; jujur, cukup berisik dan heboh 😉

Seusai makan, 2 anak yang sedikit lebih dewasa menuju rak buku dan mengambil majalah yang mereka minati. Mereka membaca majalah tersebut dengan antusias disertai mimik takjub. Ini mungkin karena mereka sangat jarang diijinkan masuk store oleh penjaga. 1 anak lagi yang lebih kecil, sepertinya gerah melihat 2 anak lainnya sibuk menikmati majalah yang mereka baca. Ia pun akhirnya turun dari kursi yang agak tinggi ini dan berlari mengambil majalah motor dari rak. Ia kembali ke kursinya dan segera membuka majalahnya. Sayangnya, tak berselang lama anak ini menikmati majalahnya, 2 rekannya mengajak  keluar karena mereka harus segera mengambili botol-botol plastik sebelum didahului orang lain.

Si anak terkecil itu membuat saya belajar, setelah saya tahu bahwa ia menikmati sebuah majalah dalam keadaan terbalik. Ya, majalah yang ia nikmati dengan ketakjuban suara ‘wow, bagus nih’ dan sebagainya ternyata terbalik (seperti pada gambar).

Image

Majalahnya terbalik 😀

Anak kecil ini berani mengambil keputusan untuk tidak diam dalam keterbatasannya. Entah ia sadar atau tidak bahwa ia belum mampu membaca, tapi mungkin jika ia tidak bergerak mengambil majalah dan membukanya; ia mengkhianati kesempatan dan niatan untuk belajar. Saya sangat terkesan dengan anak kecil ini. Sampai-sampai saya berpikir; mungkin kah saya bertingkah seperti anak kecil ini dalam setiap kesempatan yang ada? Bergerak dengan antusias; baik untuk mendapatkan (belajar) dan juga untuk memberikan (berbagi). Saya pikir ini tidak mudah. Kadang kita kalah dengan rasa malu, jaim, bahkan sikap sok sibuk; dan akhirnya berkhianat dari semangat pertumbuhan diri meski kesempatannya luas.

Memang diam bisa jadi emas; sebuah kalimat bijak bilang ‘bahkan orang bodoh yang diam akan dikira lebih bijak dari orang berilmu yang banyak bicaranya’.

Namun, diam juga bisa berarti pengkhianatan jika kita tahu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk pertumbuhan kita (dan sesama), tapi kita tidak lakukan. Bergeraklah, meski kecil dan terseok-seok; apa yang kita lakukan menunjukkan siapa kita. Lebih dari itu, apa yang kita lakukan – mampu membangun diri kita dan membangun masyarakat di mana kita berada 😉

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s