Yuk Mendidik! Tapi Jangan (cuma) di Dalam Kelas …

Jakarta, 11 Mei 2013 – Sudah hampir 1 tahun saya belajar dan beraktivitas bersama komunitas Youth Educators Sharing Network (Youth ESN). Komunitas anak muda ini percaya bahwa setiap orang, terutama anak muda, bisa menjadi pendidik dan berkontribusi untuk pendidikan, meski bukan sebagai guru. Hal ini dilakukan karena memang disadari bahwa pendidikan di Indonesia masih sangat perlu dikembangkan, namun orang muda cenderung menyalahkan pemerintah dan tidak lakukan apa-apa. Youth ESN memberikan informasi dan cara-cara bagaimana seseorang bisa ambil bagian dalam perbaikan kondisi pendidikan di Indonesia.

Berbagai aktivitas dilakukan oleh Youth ESN, seperti mengadakan National Future Educators Conference (NFEC), Youth Educators Award (YEA), Youth Educators Regional Training (YERT), dan beberapa inisiatif lainnya untuk membentuk paradigm bahwa setiap orang bisa berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik. Bersama teman-teman tim Youth ESN, banyak hal saya alami dan pelajari. Ada satu hal yang menjadi perhatian saya sampai saat ini, yang akan saya bagikan lewat tulisan ini.

Photo Source: rcccommunityed.com

Suatu waktu, saya diundang untuk berbagi dalam sebuah acara. Dalam acara tersebut, hadir generasi muda dan komunitas blogger, serta orang-orang yang peduli dengan pendidikan. Setelah saya berbagi mengenai nilai-nilai dan konsep yang diangkat oleh Youth ESN, ada rekan muda yang bertanya. Pertanyaannya sangat mengena dan keren. Kira-kira begini:

‘Kalau setiap orang muda bisa menjadi pendidik, dan apa yang dilakukan Youth ESN adalah memberikan pelatihan untuk menjadi pendidik, bagaimana sekiranya eksistensi dari Lembaga Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan? Orang ga perlu sekolah dan ikut kegiatan Youth ESN sudah bisa donk?’

Ini yang saya sampaikan. Bukan berarti Youth ESN berusaha menyaingi adanya LPTK atau STKIP atau FKIP atau FoE dan semacamnya, bukan. Justru kami ingin sampaikan kepada rekan-rekan muda, ‘Anda bisa jadi pendidik meski ga jadi guru’. Maksudnya apa?

Untuk menjadi guru tidak bisa sembarangan, musti sekolah di LPTK atau STKIP atau FKIP atau FoE. Jadi guru ga main-main, profesi ini membentuk masa depan generasi bangsa. Ga semua orang mampu jadi guru. Karena guru ga cuma sekedar ngajar – tapi membentuk kemanusiaan. Ini yang ingin kita sampaikan: Jangan jadi guru di kelas kalau ga mempersiapkan diri lewat LPTK atau STKIP atau FKIP atau FoE. Jadi pendidik saja dengan cara yang kamu bisa, dengan potensi kamu, dengan talenta kamu. Ingat jangan masuk di sistem kelas atau sekolah sebelum kamu siap.

Nah, mengajar adalah satu cara mendidik, tetapi mendidik tidak harus selalu mengajar. Kalau seseorang punya talenta mendongeng, mendidiklah dengan mendongeng. Kalau seseorang punya talenta di membuat video game, mendidiklah lewat game yang kamu buat. Begitu selanjutnya. Youth ESN memfasilitasi bagaimana mentransformasi talenta yang dipunyai rekan muda untuk mampu mendidik, bukan jadi guru.

Image
Youth Educators Regional Training – (wilayah DKI-Jabar-Banten)

Belakangan waktu ini aktivitas mengajar semakin semarak, saya senang sekali. Tapi saya was-was kalau setiap orang kemudian mengklaim dirinya bisa dan layak mengajar di kelas atau sekolah tanpa melewati proses penyiapan. Seorang dosen pendidikan yang paling saya hormati pernah menyampaikan hal yang menarik tentang fenomena ini. Diperkirakan karena orang terbiasa melihat suasana yang terjadi di dalam kelas, apa yang dilakukan gurunya, dan hampir setiap hari ada di sekolah (selama masa mudanya), mereka kemudian merasa mampu jika berada di posisi seorang guru. Hal ini menyebabkan orang-orang yang tidak mengambil studi pendidikan dapat dengan mudah mengklaim dirinya paham dengan situasi yang ada. Bahkan kemudian bilang ‘saya mampu kalau jadi guru’.

Sahabat, setiap orang bisa berkontribusi di dunia pendidikan. Tapi hati-hati, jangan anggap remeh profesi guru. Kalau memang mau jadi guru, siapkan diri dengan belajar di LPTK, FKIP, STKIP, atau FoE. Namun, jika panggilan hatimu tidak untuk menjadi guru, tetaplah mendidik, tapi tidak di dalam sistem kelas/sekolah. Jadilah pendidik dengan apa yang menjadi talenta kamu. Jangan Cuma nyalahin guru lamamu, atau pemerintah, saat lihat kondisi pendidikan kita kurang memuaskan. Sudahkah dirimu ambil bagian?

Jika ingin berdiskusi dengan teman-teman Youth ESN, sila hubungi lewat @Youth_ESN atau youth.esn(at)gmail(dot)com. Salam muda, mendidik, membangun bangsa!

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s