Jangan Cari Damai; Bangun Damai

Berkarya

Photo by: @radianekipu

Aku masih ingat

saat ia hendak pergi tinggalkan kita,

sang guru bijak itu berpesan

untuk kita tidak mencari damai

tetapi membangun damai.

            “Engkau tahu bagaimana nyamannya memiliki damai

            engkau juga pernah rasa bagaimana saat damai terampas.

            tentu sekarang kau bisa pilih,

            dan bersikap atas pilihanmu itu” ujarnya.

Betapa aku tercengang sadar saat ia sampaikan

Damai bukanlah sebuah akhir dari perjalanan

Damai adalah proses yang berkelanjutan

Damai bukan saja soal perang

Damai adalah buah dari setiap sisi kehidupan

            Katanya padaku,

Kau salah jika kau pikir tak bisa ambil bagian

            Kau keliru saat kau tentukan diri untuk diam

            Kau kejam saat tak mau paham

            bahwa perdamaian dapat kau bangun dari dirimu

Jangan cari damai, bangunlah damai

Gunakan masa mudamu

Karyakan waktu pagimu

Kerjakan tugas muliamu

Jadilah duta damai dimana kau memandu

            Kau jadi siswa, lakukan yang terbaik

            Kau jadi tentara, lakukan yang terbaik

            Kau jadi pengusaha, lakukan yang terbaik

            Kau jadi rakyat biasa, lakukan yang terbaik

Kau ingin tahu bagaimana berkarya?

Tanya padamu apa yang kau bisa

Lakukan sesuai talenta yang kau punya

Tidak sukar, hanya hatimu harus kau pugar

Menjadi pembangun damai yang dewasa

            Meski kau pikir karyamu tak besar

            Meski kau pikir karyamu tak bersinar

            Meski kau pikir karyamu masih sangat kasar

            Dengarkan aku,

            Setiap langkah yang kau karyakan untuk damai

            Tak akan sia-sia pergi

Masih nyaring teringat,

Sebelum sang guru itu pergi,

Ia sampaikan hal ini  padaku

            Jangan cari damai, bangunlah damai

            Cintai sesama, seperti kau cintai diri

            Layani sesama, seperti kau layani diri

            Kau punya dua baju, berikan satu

            Kau punya makanan lebih, kau bagi dan bantu

            Ada orang dalam penjara, kau kunjungi

            Ada anak tanpa orang tua, kau temani

            Ada hati yang terluka, kau balut dengan cinta

Sehingga tak ada yang kedinginan karena telanjang,

Atau mati karena kelaparan,

Atau merasa tak dipedulikan,

Bahkan berfikir hidupnya tiada harga.

            Bukankah itu juga damai yang bisa kau bangun?

            Bukankah damai bukan saja soal perang dan pertikaian?

            Gunakan masa mudamu,

            Karyakan waktu pagimu,

            Kerjakan tugas muliamu,

            Jangan cari damai, bangun damai.

@yosea_kurnianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s